Istiqomah Pasca Romadhõn

Sebelum Romadhõn mungkin kita merasa dalam suatu kondisi, apakah dalam keadaan shõlih, dalam keadaan kufur, dalam keadaan ma’shiyat atau kedzoliman. Apa yang kita ingat pada saat kita berada di bulan Romadhõn mungkin ada diantara kita ada yang berubah, bahkan semakin terasa syahdu dan dekat dengan Allõh سبحانه وتعالى; kini Romadhõn pun telah berlalu. Tinggal kenangan dan cerita. Romadhõn 1439 H hanya menjadi harapan, keinginan dan cita-cita. Namun yang pasti, jangankan Romadhõn, hari esok masih menjadi rahasia, bahkan milik Allõh سبحانه وتعالى yang kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada diri kita.

Setelah Romadhõn, keadaan mana yang akan kita pilih. Apakah rela kembali kedalam keadaan saat kita sebelum Romadhõn, atau kita berencana, bertekad untuk lebih baik, bahkan dari bulan Romadhõn.
Semua mestilah dengan sikap mujahadah (bersungguh-sungguh) dan istiqomah (tetap diatas kebenaran) dan tentu tidaklah patut meninggalkan doa kepada Allõh سبحانه وتعالى agar Taufiq-Nya selalu terlimpah kepada kita.

Selamat menyimak Khutbah Jum’at berikut ini.

Download:

Istiqomah Pasca Romadhoon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *