Bahaya Jãhil (Bodoh)

Dalam diri manusia sekurangnya ada 3 hal yang tidak boleh diabaikan: Badan atau Jasmani, Akal dan Ruh. Selama manusia hidup di dunia ini, ketiga hal ini harus saling kompak bekerjasama untuk menjadikan seorang menjadi “Hamba” terhadap Allõh سبحانه وتعالى. Dan agar penghambaan itu dapat berlangsung dengan benar sesuai dengan kehendak Penciptanya, maka manusia haruslah mempunyai bekal yang cukup agar kehidupan di dunia ini menyampaikan pada keselamatan dan kebahagiaan yang hakiki.

Oleh karena itu, untuk sehat, badan perlu makan, minum dan gizi yang seimbang. Demikian pula akal, agar dia eksis sebagai manusia dan tidak turun ke derajat hewan, maka dia harus pandai dan bahkan harus menjadikan semesta alam ini bermanfaat bagi dirinya, sekitarnya, bahkan bagi alam semesta itu sendiri.

Terlebih lagi, Ruh. Diapun tak kalah penting, bahkan menjadi paling utama. Harus diisi oleh iman, sehingga dia diatas jalan yang lurus yang Allõh سبحانه وتعالى tunjukkan bagi manusia.

Namun, tidak sedikit manusia yang tidak menyadari hal ini, sehingga badannya menjadi sakit, sehingga otaknya tidak berkembang, bahkan ruh-nya menjadi rusak karena dia tidak memenuhi apa yang semestinya dipatuhi. Dia lebih rela untuk menjadi jãhil (bodoh), atau seperti orang jãhil (bodoh), bahkan lebih jãhil (bodoh) daripada orang yang jãhil (bodoh).

Dengan jãhil (bodoh), bukan menjadikan dirinya bermanfaat, bahkan dia akan merusak dirinya. Bukan memperbaiki, dan menebar manfaat bagi alam semesta; bahkan dia lebih menterpurukkan dirinya lebih hina dari hewan karena kebodohan yang merekat pada dirinya.

Oleh karena itu, kebodohan (kejãhilan) adalah hal yang sangat berbahaya.

Simaklah audio Khutbah Jum’at berikut ini.

Download:

Bahaya Jãhil / Bodoh

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *