Ibadah adalah Keputusan Allõh

Ibadah adalah Keputusan Allooh

Ibarat seorang direktur, memilih orang pilihan dari karyawan yang ada di lingkungan perusahaannya. Orang itu menghendaki dapat mengerjakan proyek yang direncanakan. Kemudian dipilihlah seorang karyawan dari mereka untuk pergi dan mengelola proyek tersebut, agar proyek itu seperti yang telah direncanakannya.

Jika orang ini berhasil dalam misinya maka dia sudah diberitahu apa hadiah yang akan diterimanya. Jika dia melanggar aturan yang ditetapkannya, maka sama; diapun akan diberikan resiko dan sanksi yang akan diterimanya. Seluruh hardware dan software, bahkan kewenangan telah dibekalkan.

Perumpamaan yang sangat sederhana, dan tentu tidak sama; itulah yang harus manusia renungkan berkaitan hubungannya yaitu dia sebagai manusia dan Allõh سبحانه وتعالى sebagai Penciptanya. Read More

FacebookTwitterPinterestLineWhatsAppStumbleUponTumblrShare

Paradigma Al Qur’an & As Sunnah

Paradigma Al Quran & As Sunnah

Sebenarnya adalah merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari setiap kehidupan siapapun orangnya, bahwa kemanapun akan menuju, pekerjaan apapun yang akan dikerjakan, pastilah dia membutuhkan “guidance” (petunjuk) untuk dijadikan sebagai tuntunan, acuan dan pedoman agar perjalanannya dapat sampai dalam waktu yang relatif singkat, relatif pendek dan selamat sampai tujuan.

Begitupun pekerjaan, dia membutuhkan “guidance” agar pekerjaan itu dalam waktu yang singkat, tidak membutuhkan biaya besar, sesuai dengan harapan dapat terselesaikan.

Kalau manusia berpikir, siapa yang menyebabkan dirinya ada dan hidup di dunia ini, maka jawabannya ada dalam Al Qur’an dan Al Hadits. Apa dan bagaimana mengisi selama hidup di dunia, sesuai dengan kehendak Allõh سبحانه وتعالى yang Menciptakannya, juga ada dalam Al Qur’an dan Al Hadits. Read More

Kematian (Al Qiyãmatus Sughro)

(Transkrip Ceramah AQI 121107)

AL QIYÃMATUS SUGHRO (KEMATIAN)
oleh : Ust. Achmad Rofi’i, Lc.

Kematian Al Qiyamatus Sughro

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allõh سبحانه وتعالى,

Sebagaimana telah diawali sebelumnya bahwa kajian kita beberapa waktu lalu adalah membahas tentang perkara “Beriman kepada Hari Akhir”; dimana ada 2 (dua) hal yang dibahas sesuai dengan jenis Hari Akhir itu sendiri, yakni: Al Qiyãmatus Sughro (Kiamat Kecil) dan Al Qiyãmatul Kubro (Kiamat Besar). Pada hari ini, kita akan memfokuskan diri pada pembahasan tentang Al Qiyãmatus Sughro (Kiamat Kecil) yaitu: Mati / Kematian. Read More

Paket Romadhoon (Bagian-7): Antara Belenggu & Taqwa

Orang-orang shoolih terdahulu, Romadhoon adalah satu-satunya tamu teristimewa yang dirindu dan ditunggu. Mereka menjadikan Romadhoon adalah target menggapai kasih sayang, ampunan dan terbebas dari api neraka. Karena itu mereka bersiap-siap sebelum datang Romadhoon, mereka optimal di bulan Romadhoon, bahkan mereka cemas dan sedih ketika mereka ditinggal pergi oleh Romadhoon. Read More

Paket Romadhoon (Bagian-6): Memahami Al Wala’ dan Al Baro’

Orang-orang shoolih terdahulu, Romadhoon adalah satu-satunya tamu teristimewa yang dirindu dan ditunggu. Mereka menjadikan Romadhoon adalah target menggapai kasih sayang, ampunan dan terbebas dari api neraka. Karena itu mereka bersiap-siap sebelum datang Romadhoon, mereka optimal di bulan Romadhoon, bahkan mereka cemas dan sedih ketika mereka ditinggal pergi oleh Romadhoon. Read More

Paket Romadhoon (Bagian-5): Hama Iman

Orang-orang shoolih terdahulu, Romadhoon adalah satu-satunya tamu teristimewa yang dirindu dan ditunggu. Mereka menjadikan Romadhoon adalah target menggapai kasih sayang, ampunan dan terbebas dari api neraka. Karena itu mereka bersiap-siap sebelum datang Romadhoon, mereka optimal di bulan Romadhoon, bahkan mereka cemas dan sedih ketika mereka ditinggal pergi oleh Romadhoon. Read More

Paket Romadhoon (Bagian-4): Nilai Romadhoon yang Terasing

Orang-orang shoolih terdahulu, Romadhoon adalah satu-satunya tamu teristimewa yang dirindu dan ditunggu. Mereka menjadikan Romadhoon adalah target menggapai kasih sayang, ampunan dan terbebas dari api neraka. Karena itu mereka bersiap-siap sebelum datang Romadhoon, mereka optimal di bulan Romadhoon, bahkan mereka cemas dan sedih ketika mereka ditinggal pergi oleh Romadhoon. Read More

Beriman kepada Hari Kiamat

(Transkrip Ceramah AQI 090707)

BERIMAN KEPADA HARI KIAMAT
Oleh: Ustadz Achmad Rofi’i, Lc.

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Beriman pada Hari Kiamat

Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allõh سبحانه وتعالى,

Dalam pembahasan tentang Hari Kiamat, maka sebelumnya ada beberapa perkara yang harus dipahami, yaitu tentang: Iman kepada Hari Akhir (Hari Kiamat). Artinya, membenarkan adanya Hari Akhir.

Al Ãkhir” artinya adalah hari terakhir dalam hitungan dunia, untuk beralih kepada hari lain yaitu yang disebut Hari Akhiroh (– nama lain dari “Hari Kiamat” –). Maka jika sudah ada keputusan (ketentuan) bahwa seseorang itu dimasukkan ke dalam Surga ataukah Neraka, maka barulah saat itu disebut “Al Ãkhir”, karena tidak ada lagi hari setelahnya.

Yang dimaksud disini adalah Hari Akhir (Hari Kiamat), dimana urutan pembahasannya antara lain adalah:
a) Definisi tentang Hari Akhir
b) Dalil tentang apa yang mewajibkan kita beriman kepada Hari Akhir
c) Tahapan kejadian pada Hari Akhir, dan lain sebagainya. Read More

Bahaya Jãhil (Bodoh)

Dalam diri manusia sekurangnya ada 3 hal yang tidak boleh diabaikan: Badan atau Jasmani, Akal dan Ruh. Selama manusia hidup di dunia ini, ketiga hal ini harus saling kompak bekerjasama untuk menjadikan seorang menjadi “Hamba” terhadap Allõh سبحانه وتعالى. Dan agar penghambaan itu dapat berlangsung dengan benar sesuai dengan kehendak Penciptanya, maka manusia haruslah mempunyai bekal yang cukup agar kehidupan di dunia ini menyampaikan pada keselamatan dan kebahagiaan yang hakiki.

Oleh karena itu, untuk sehat, badan perlu makan, minum dan gizi yang seimbang. Demikian pula akal, agar dia eksis sebagai manusia dan tidak turun ke derajat hewan, maka dia harus pandai dan bahkan harus menjadikan semesta alam ini bermanfaat bagi dirinya, sekitarnya, bahkan bagi alam semesta itu sendiri.

Terlebih lagi, Ruh. Diapun tak kalah penting, bahkan menjadi paling utama. Harus diisi oleh iman, sehingga dia diatas jalan yang lurus yang Allõh سبحانه وتعالى tunjukkan bagi manusia.

Namun, tidak sedikit manusia yang tidak menyadari hal ini, sehingga badannya menjadi sakit, sehingga otaknya tidak berkembang, bahkan ruh-nya menjadi rusak karena dia tidak memenuhi apa yang semestinya dipatuhi. Dia lebih rela untuk menjadi jãhil (bodoh), atau seperti orang jãhil (bodoh), bahkan lebih jãhil (bodoh) daripada orang yang jãhil (bodoh). Read More