Tongkat Musa

Setiap Nabi Allõh سبحانه وتعالى bermisi agar hidup mereka menjadi fokus dan terarah. Setiap Nabi, Allõh سبحانه وتعالى utus agar manusia tidak berhamba kecuali hanya berhamba kepada Allõh سبحانه وتعالى. Setiap Nabi, bisa dipastikan selalu mendapatkan penentangan dan perlawanan dari penyembah hawa nafsu, karena mereka anggap hawa nafsu itulah yang berhak menjadi tuhannya.

Namun, yang harus menjadi pelajaran adalah bahwa setiap penentangan dan perlawanan terhadap nabi-nabi itu selalu saja berakhir dengan nista dan binasa.

Fir’aun, diantara manusia yang terkenal dengan kekuasaannya yang menyebabkan dia tidak lagi mengenal siapa dirinya dan lalu tidak mengakui kasih sayang Allõh سبحانه وتعالى hingga pada akhirnya terhina melalui Tongkat Musa عليه السلام. Read More

Melukai Al Islam

Tidak ada yang mengingkari bahwa luka itu sakit. Dan tidak aka nada orang yang rela disakiti atau dianiaya oleh siapapun. Dirinya, keluarganya, hartanya dan seterusnya, dia akan bela habis-habisan; apalagi jika itu adalah harga diri. Al Qur’an telah mengabadikan bahwa Islam yang menjadi jalan lurus, yang menjadi pegangan, pedoman setiap manusia menuju selamat dan bahagia yang abadi; tidak sedikit manusia yang akan mendustakan, membenci, memusuhi, bahkan memerangi. Upaya musuh-musuh Islam itu antara lain tertumpah melalui melukai Islam, menyakiti Islam, mencoreng Islam, agar tidak ada bila perlu seorangpun yang mendekat dan memeluk Islam. Padahal angan-angan ini pasti gagal, karena yang menjaga Islam adalah bukan siapa-siapa, melainkan Allõh سبحانه وتعالى Yang Maha Perkasa.

Pertanyaannya adalah kita membela diri, keluarga, harta, nyawa, termasuk harga diri; kenapa kita tidak terusik dengan Islam yang kian hari semakin tidak ragu, tidak canggung, tidak jera untuk dicela dan disakiti ?
Kenapa kita tidak terpanggil?
Kenapa kita terdiam?
Kenapa kita termangu?
Kenapa kita masa bodoh, apakah kita bukan Muslim?
Ataukah kita tidak tahu dengan apa yang terjadi? Ataukah kita tidak yakin dengan janji Allõh سبحانه وتعالى bahwa siapa yang menolong agama-Nya, pasti Allõh سبحانه وتعالى pasti akan menjadikannya orang yang berhak mendapatkan pertolongan, bukan saja di dunia, bahkan saat nyawanya masih dikandung oleh badannya. Read More

Istiqomah Pasca Romadhõn

Sebelum Romadhõn mungkin kita merasa dalam suatu kondisi, apakah dalam keadaan shõlih, dalam keadaan kufur, dalam keadaan ma’shiyat atau kedzoliman. Apa yang kita ingat pada saat kita berada di bulan Romadhõn mungkin ada diantara kita ada yang berubah, bahkan semakin terasa syahdu dan dekat dengan Allõh سبحانه وتعالى; kini Romadhõn pun telah berlalu. Tinggal kenangan dan cerita. Romadhõn 1439 H hanya menjadi harapan, keinginan dan cita-cita. Namun yang pasti, jangankan Romadhõn, hari esok masih menjadi rahasia, bahkan milik Allõh سبحانه وتعالى yang kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada diri kita.

Setelah Romadhõn, keadaan mana yang akan kita pilih. Apakah rela kembali kedalam keadaan saat kita sebelum Romadhõn, atau kita berencana, bertekad untuk lebih baik, bahkan dari bulan Romadhõn. Read More

KH ‘Iedul Fithr 1438 H : Solusi Krisis Multi Dimensi

Siapapun tidak suka terkena masalah. Walaupun, tidak siapapun mudah terbebas dari masalah. Bahkan siapapun selalu mencari kebebasan dari masalah, dengan SOLUSI.

Kaum muslimin dan bangsa Indonesia saat ini tidak ada henti-hentinya dirundung masalah. Masalah yang kecil, bahkan hingga masalah yang besar. Masalah lokal, sampai dengan masalah nasional. Masalah kemanusiaan, hingga masalah kerusakan alam. Tidak ada diantara kita yang ingin tersentuh petaka. Yang jadi masalah, sejauh mana kita mematuhi rambu hingga tidak tersesat jalan lalu terkena dan tertimpa petaka.

1438 tahun yang lalu, bahkan sebelum kakek dan nenek moyang kita lahir ke dunia, Al Qur’anul Karĩm telah menawarkan kepada kita SOLUSI terhadap berbagai masalah yang akan dijumpai oleh manusia, bahkan termasuk oleh bangsa Indonesia, dan kaum muslimin di Indonesia. Read More

Jangan Membelakangi Al Qur’an

Al Qur’an adalah WAHYU…
Al Qur’an adalah rahmat Allõh سبحانه وتعالى bagi manusia…
Al Qur’an adalah Pedoman Hidup…
Al Qur’an adalah Jalan Lurus…
Al Qur’an adalah Petunjuk Kebaikan…
Al Qur’an adalah Penyebab Keberkahan…

Tidak ada kesusahan di dalam, maupun disebabkan oleh Al Qur’an….. Read More

Mengapa Orang Kãfir Memusuhi kaum Muslimin

Allõh سبحانه وتعالى berfirman:

كَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الإنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ

Artinya:
Dan demikianlah untuk setiap Nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. Kalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukannya, maka biarkanlah mereka bersama kebohongan yang mereka ada-adakan.” (QS. Al An’ãm (6) : 112)

Di dalam Al Qur’an surah Al An’ãm ayat 112 tersebut diatas, akan kita dapati bahwa Allõh سبحانه وتعالى telah menjadikannya sebagai suatu ketetapan bahwa setiap Nabi pasti akan dimusuhi; baik oleh syaithõn dari kalangan manusia maupun syaithõn dari kalangan Jin — yang satu sama lain diantara mereka itu akan saling memberi wahyu dan inspirasi. Read More

Seluk Beluk Riba (Kajian-1)

seluk-beluk-riba

Riba adalah tumbuh dan tambah….

Ketika seseorang berusaha dan dia memperoleh nilai (value) berupa tumbuh dan bertambah, maka hal itu adalah wajar dan sekilas yang demikian itu adalah keberuntungan dan kesuksesan.

Namun, bagi hamba yang beriman, yang dinilai, yang dilihat, yang dipandang dan yang diukur bukanlah sekedar tambah dan tumbuh yang hanyalah merupakan materi, bahkan semu belaka. Karena pandangan seperti itu ternyata berawal dari kekufuran dan kebodohan. Bagi orang yang beriman, bertambah itu haruslah berupa berkah dan beruntung itu adalah jika Allõh سبحانه وتعالى meridhoi, jadi bukan hanya sekedar materi belaka. Read More

Isyhadu bi Annã Muslimũn

Wahai kaum muslimin, saudara-saudaraku yang saya cintai karena Allõh سبحانه وتعالى …
Umur kita adalah nikmat Allõh سبحانه وتعالى dan kita akan ditanya tentangnya. Bahkan hidup juga adalah nikmat Allõh سبحانه وتعالى dan kelak akan pula ditanya.

Tidak benar jika Desember adalah akhir tahun bagi kaum muslimin. Sebagaimana tidak benar jika Januari diyakini sebagai awal tahun bagi kaum muslimin. Dan lebih tidak benar, jika seorang muslim ikut sibuk memeriahkan, meramaikan dan mensyiarkan perayaan akhir tahun dan awal tahun Masehi. Karena yang demikian itu adalah bagian dari kejaahilan / kebodohan, dan bagian dari tasyabbuh (menyerupai orang kãfir), serta bagian dari melakukan perkara yang bukan sekedar sia-sia. Bersiaplah dengan jawaban yang salah, jika Allõh سبحانه وتعالى bertanya esok hari (– di Hari Kiamat –). Read More

Keadilan dan Kebinasaan

keadilan-kebinasaan

Allooh سبحانه وتعالى berfirman dalam QS. Al Qoshosh ayat 59, “Dan tidaklah Kami (Allooh) membinasakan suatu negeri kecuali karena penghuni negeri itu adalah orang dzolim.”

Kedzoliman adalah musuh keadilan. Jika ketakwaan dan keadilan mengundang keamanan, kesejahteraan dan kebahagiaan; maka sudah barang tentu sebaliknya kedzoliman adalah mengundang kekacauan, ketakutan dan kesengsaraan.

Di zaman kita hidup sekarang ini adalah zaman yang penuh dengan fitnah. Sudah mulai jarang orang yang selamat dari fitnah ini. Oleh karena itu, disana-sini orang mulai gelisah disebabkan mereka mulai kehilangan kesejahteraan dan keamanan hidupnya. Hanya lapisan tertentu saja yang mendapatkan jaminan kesejahteraan, karena orang yang kurang bermartabat tidaklah lagi diperlakukan adil. Bahkan hanya orang yang bermartabat sajalah yang bisa bebas dari jeratan hukum. Read More